Sejenak me-refresh diri, pacar memberitahu akan ada perhelatan akbar mengenai social media festival, seluruh acara bertemakan social media. Hari Rabu, minggu lalu saya segera saja meluncur ke sana untuk melihat sendiri.
Sudah cukup banyak saya bertemu dengan beberapa pelaku bisnis yang menggunakan platform social media untuk memajukan bisnisnya. Tapi itu dulu saat saya masih menjadi wartawan. Tetapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa social media sudah menjadi bagian penting dari hidup manusia sekarang ini.
Diadakan di Plaza fX, Sudirman, Jakarta Pusat, acara itu setidaknya sedikit membuat saya takjub bahwa mereka menempatkan stand para pegiat social media dan stage di setiap lantai dari fX. Dan acara itu hebatnya digelar selama tiga hari. Sayangnya saya hanya bisa datang di hari pertama saja. Melewatkan banyak kesempatan mendengarkan seminar dari beberapa orang hebat yang menggunakan social media.
Setidaknya ada satu seminar yang menarik berhasil saya ikuti yaitu saat menghadirkan Joshua Gunawan dari Danone, Alderina dari Magnivate, dan dua pegiat social media (memang saya tidak tahu terlalu ngeh namanya).
Betapa saya terkagum melihat ada seseorang yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai kuis hunter lewat twitter. Hadiah yang pernah dimenangkannya pun beragam dari paket liburan sampai gadget-gadget terkini. Ternyata sudah ada komunitas kuis hunter juga. Wew..bisa jadi pekerjaan sampingan juga.
Yang menarik dari seminar teresbut adalah bahwa fenomena social media sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Kata-kata dari Joshua yang paling menarik adalah tidak ada yang bisa mengontrol orang di social media. Ditambahkan oleh saya yaitu asal tidak menyinggung seseorang atau dengan kata lain mendiskreditkan siapapun.
Dari situ bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa sebuah produk, terutama retail, bisa mengembangkan semua promosinya lewat social media. Hasilnya memang ada yang suka dan tidak suka tetapi setidaknya brand awareness bisa dipegang oleh konsumen. Memang tidak semuanya bisa menghasilkan kenaikan dalam hal pembelian di konsumen secara langsung. Tetapi apabila berhasil, setidaknya apabila mampu merebut mind share di konsumen saya yakin semuanya akan tinggal menunggu waktu dalam hal pembelian.
Alderina pun mengatakan bukan tidak mungkin social media pun bisa masuk ke ranah bisnis B2B (business to business) saja. Karena bukan tidak mungkin seorang pengambil keputusan di sebuah perusahaan bisa saja mengikuti atau menggunakan social media.
Jadi tunggu apalagi, social media bukan hanya sebuah branding untuk diri sendiri bahkan bisa untuk mengembangkan bisnis anda. Sayang sekali saya tidak mengikuti seminar bisnis yang lainnya. Semoga di lain waktu atau tahun depan saya bisa mengikuti acara Social Media Festival lagi.
No comments:
Post a Comment