Monday, June 18, 2012

Terima Kasih


“A new age, should come up with a new hope and spirit.”

Kemarin, tak ada yang lebih indah selain bisa bepergian, makan bersama, dan bercengkerama bersama keluarga dan pacar. Ya, 17 Juni kemarin, genap saya berusia 26 tahun. Seperempat abad saya sudah lewat.

Selesai mensyukuri hidup saya melalui doa pagi di misa minggu pagi, saya mendapatkan kejutan dari Felicia Alodia. Bahagia pasti karena dia tiba-tiba datang dengan sekotak black forest, dan sebongkah hadiah. Dia rela langsung membeli semuanya pada hari itu juga. Menyenangkan sekaligus mengharukan. Ingin menangis, tapi masa udah umur 26 masih saja menangis.

Saya lalu berinisiatif untuk mengajak makan seluruh anggota keluarga, juga karena memang ada masukan dari sang pacar untuk merayakannya. Rencana awal ingin berangkat ke Bandar Djakarta, tetapi dalam eksekusinya tujuan berbelok ke Talaga Sampireun Bintaro.

Di usia yang baru ini saya hanya ingin sedikit membahagiakan orang tua. Dengan mengajak makan setidaknya saya ingin membagi sedikit dari pencapaian saya yang masih jauh dari kata SUKSES. Tapi, setidaknya saya bisa melihat seulas senyum dari semua orang yang saya cintai.

Kalau dulu saya terlalu asyik dengan melihat banyaknya kata ucapan selamat dari teman-teman dan tidak peduli dengan ucapan selamat dari orang tua, tetapi sekarang ucapan dari orang tua dan kakak saya menjadi lebih berharga.

Umur 26, umur yang tidak sedikit tetapi juga tidak banyak. Umur yang crucial di mana dibutuhkan sebuah perjuangan ekstra keras sebelum menyentuh umur 30. Terima kasih semuanya.  Terima kasih atas semua ucapan, dukungan, cacian dan makian, kritikan. Semuanya telah memberikan warna dalam perjalanan hidup seorang Yurivito.