“A
new age, should come up with a new hope and spirit.”
Kemarin, tak
ada yang lebih indah selain bisa bepergian, makan bersama, dan bercengkerama
bersama keluarga dan pacar. Ya, 17 Juni kemarin, genap saya berusia 26 tahun.
Seperempat abad saya sudah lewat.
Selesai
mensyukuri hidup saya melalui doa pagi di misa minggu pagi, saya mendapatkan
kejutan dari Felicia Alodia. Bahagia pasti karena dia tiba-tiba datang dengan
sekotak black forest, dan sebongkah hadiah. Dia rela langsung membeli semuanya
pada hari itu juga. Menyenangkan sekaligus mengharukan. Ingin menangis, tapi
masa udah umur 26 masih saja menangis.
Saya lalu
berinisiatif untuk mengajak makan seluruh anggota keluarga, juga karena memang
ada masukan dari sang pacar untuk merayakannya. Rencana awal ingin berangkat ke
Bandar Djakarta, tetapi dalam eksekusinya tujuan berbelok ke Talaga Sampireun Bintaro.
Di usia yang
baru ini saya hanya ingin sedikit membahagiakan orang tua. Dengan mengajak
makan setidaknya saya ingin membagi sedikit dari pencapaian saya yang masih
jauh dari kata SUKSES. Tapi, setidaknya saya bisa melihat seulas senyum dari
semua orang yang saya cintai.
Kalau dulu
saya terlalu asyik dengan melihat banyaknya kata ucapan selamat dari
teman-teman dan tidak peduli dengan ucapan selamat dari orang tua, tetapi sekarang
ucapan dari orang tua dan kakak saya menjadi lebih berharga.
Umur 26,
umur yang tidak sedikit tetapi juga tidak banyak. Umur yang crucial di mana dibutuhkan sebuah
perjuangan ekstra keras sebelum menyentuh umur 30. Terima kasih semuanya. Terima kasih atas semua ucapan, dukungan,
cacian dan makian, kritikan. Semuanya telah memberikan warna dalam perjalanan
hidup seorang Yurivito.